KEHATI Ajak Anak-anak Muda dari Berbagai Negara Tanam Terumbu Karang di Nusa Dua - KEHATI
Artikel

KEHATI Ajak Anak-anak Muda dari Berbagai Negara Tanam Terumbu Karang di Nusa Dua

19 November 2018

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) melalui mitranya, Divers Clean Action (DCA), akan berpartisipasi dalam acara Youth Leadership Summit 2018 di Nusa Dua, Bali Rabu, (31/10). Dalam acara tersebut DCA akan mengajak perwakilan para pemimpin muda dari berbagai negara dalam kegiatan penanaman terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua.

Direktur Keuangan dan Administrasi Yayasan KEHATI Indra Gunawan memasang terumbu karang yang akan ditanam di Pantai Samuh, Nusa Dua. (Foto: KEHATI)

Manajer Program Ekosistem Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Yayasan KEHATI, Basuki Rahmat, Senin (29/10), mengungkapkan, Youth Leadership Summit merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Our Ocean Conference 2018, yang diselenggarakan di Nusa Dua, 29-30 Oktober 2018, yang diikuti 144 negara. Ada 65 negara yang mengirimkan perwakilannya dalam Youth Leadership Summit 2018.

“Keikutsertaan Yayasan KEHATI melalui DCA di forum Youth Leadership Summit 2018 ini merupakan bagian dari komitmen KEHATI dalam kegiatan konservasi laut, terutama melalui gerakan-gerakan anak muda. Melalui program penyelamatan pesisir dan pulau-pulau kecil, sebelumnya kami juga menggandeng mitra anak-anak muda untuk bergerak, seperti yang kami laksanakan di Pulau Kepulauan Seribu,” ujar Basuki.

Perwakilan para pemimpin muda dari berbagai negara dalam kegiatan penanaman terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua. (Foto: KEHATI)

Penanaman terumbu karang menjadi mata kegiatan yang dipilih oleh Yayasan KEHATI dalam keikutsertaannya di Youth Leadership Summit 2018 karena kegiatan tersebut sebagai bentuk aksi nyata konservasi laut, khususnya penyelamatan terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua, yang merupakan salah satu titik area favorit wisatawan.

Terumbu karang, lanjut Basuki, merupakan bagian dari ekosistem laut yang rawan mengalami kerusakan. Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali pada tahun 2017 mencatat, ada 12 persen dari 7.200 hektar terumbu karang di perairan Bali yang rusak. Ada beberapa faktor penyebab kerusakan tersebut, di antaranya: perubahan suhu air yang diakibatkan perubahan iklim, pencemaran atau limbah lingkungan yang datang dari darat, dan lapisan minyak yang kemungkinan dihasilkan dari limbah kapal laut.

“Bisa pula kegiatan menyelam ataupun snorkeling pemula yang kurang memperhatikan kelestarian terumbu karang,” imbuh Basuki.

Perwakilan para pemimpin muda dari berbagai negara dalam kegiatan penanaman terumbu karang di Pantai Samuh, Nusa Dua. (Foto: KEHATI)

Dalam kegiatan penanaman terumbu karang ini, Yayasan KEHATI melalui DCA akan menggunakan metode Mars Accelerated Coral Reefs Rehabilitation System (MARRS). Metode ini memanfaatkan struktur besi spider-web di tempat di mana karang ditanam. Struktur tersebut berfungsi untuk mengisi gap antara sisa karang alami, menstabilkan terumbu karang, membatasi reruntuhan karang dan menyediakan substrat untuk habitat pemulihan, serta peningkatan keanekaragaman hayati karang secara alami.

“Dengan metode ini, ikan dapat kembali dengan cepat ke area yang direhabilitasi, memulihkan keseimbangan ekosistem, mengendalikan alga dan menciptakan dasar untuk perikanan berkelanjutan di masa depan, serta ekowisata laut yang lestari,” papar Basuki.

Acara penanaman terumbu karang akan dimulai pukul 07.30 WITA. Sebelum penanaman, masing-masing pimpinan perwakilan pemuda dari berbagai bangsa diberi kesempatan untuk memberikan sambutan. Acara akan ditutup dengan kegiatan menyelam dan snorkeling bersama serta penanaman 50 struktur spider terumbu karang.

 

  • Artikel
  • KEHATI Ajak Anak-anak Muda dari Berbagai Negara Tanam Terumbu Karang di Nusa Dua
dukung kehati