KEHATI Pelopori Program Koridor Pangan lokal Melalui Penanaman Sorgum - KEHATI
Artikel

KEHATI Pelopori Program Koridor Pangan lokal Melalui Penanaman Sorgum

15 April 2019

Di Indonesia, politik perberasan zaman orde baru telah menciptakan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap beras dan mengabaikan sumber pangan lokal lainnya seperti sorgum, sagu, umbi-umbian, dan sebagainya.

KEHATI telah mempelopori program koridor pangan lokal dengan mengarusutamakan komoditas sorgum di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Sorgum dipilih karena tanaman ini bisa hidup subur di lahan marginal, bergizi tinggi, dan memiliki akar budaya yang kuat dengan masyarakat lokal. Selama ini, masyarakat Flores dikenal memiliki tingkat kemiskinan tinggi yang salah satunya disebabkan oleh kondisi lahan yang tandus dan berbatu.

Program koridor pangan lokal di Flores juga merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim dimana banyak tanaman, termasuk padi, sangat rentan dengan semakin tingginya suhu global. Sorgum sendiri dikenal sebagai tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim. KEHATI bersama kelompok ibu-ibu petani sorgum telah mengembangkan program koridor pangan lokal ke berbagai kabupaten di Pulau Flores dengan 3 titik simpul, yaitu Likotuden di wilayah timur, Ende di wilayah tengah, dan Lembor di wilayah barat.

Fotografer: Feri Latief

  • Artikel
  • KEHATI Pelopori Program Koridor Pangan lokal Melalui Penanaman Sorgum
dukung kehati