Sorgum, bulir kehidupan di lahan kering - KEHATI - KEHATI
Artikel

Sorgum, bulir kehidupan di lahan kering

10 April 2019

Sorgum (Sorghum bicolor) diketahui berasal dari Ethiopia, wilayah yang dikenal dengan tanduk Afrika. Dari Ethiopia sorgum menyebar ke Afrika Timur, Afrika Barat, dan Afrika Utara. Dari benua Afrika, sorgum kemudian menyebar ke benua Asia, termasuk Indonesia.
Sorgum merupakan tanaman adaptif yang bisa tumbuh dengan baik bahkan di lahan kering dan gersang seperti Flores. Budidaya sorgum minim biaya perawatan dan tidak membutuhkan pupuk dan pestisida, sehingga produk sorgum bisa dikategorikan sebagai produk organik. Selain itu, dibandingkan dengan padi, sorgum jauh lebih tahan terhadap perubahan iklim yang saat ini sedang melanda dunia.
Berdasarkan fakta tersebut, KEHATI mempelopori program koridor pangan lokal dengan mengarusutamakan komoditas sorgum di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang menjelaskan bahwa penganekaragaman pangan merupakan upaya meningkatkan ketersediaan pangan yang beragam dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Dampaknya, petani sorgum Flores berencana mengajukan proposal ke pemerintah untuk tidak lagi mengirimkan bantuan beras subsidi ke mereka.
Fotografer: Feri Latief

  • Artikel
  • Sorgum, bulir kehidupan di lahan kering
dukung kehati