Tiga Persero Raih SRI-KEHATI Award 2018 - KEHATI
Artikel

Tiga Persero Raih SRI-KEHATI Award 2018

20 Juli 2018

Tiga perusahaan terbuka dinobatkan sebagai peraih penghargaan Sustainable and Responsible Investment (SRI)-KEHATI Award 2018. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Riki Frindos, Rabu (11/7), mengatakan, dari hasil penjurian, tiga korporasi yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut memperoleh nilai tertinggi dalam hal sensitivitas dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dalam menginvestasikan modalnya.  Ada 25 perusahaan yang diseleksi dalam penghargaan ini. Mereka adalah perusahaan-perusahaan yang tercatat sebagai konstituen Indeks Saham SRI-KEHATI.

“Dengan penganugerahan tersebut, perusahaan-perusahaan yang terpilih sebagai pemenang diharapkan dapat menjadi role model bagi perusahaan lainnya yang tercatat sebagai konstituen SRI-KEHATI,” ujar Riki.

Malam penghargaan SRI-KEHATI Award 2018 digelar di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018, pukul 18.00-21.00 WIB bersamaan dengan penganugerahan Indonesia Green Company Award 2018. Yayasan KEHATI, sebagai pengelola Indeks SRI-KEHATI, telah menyelenggarakan SRI-KEHATI Award sebanyak empat kali sejak tahun 2014.

Ketua Pembina Yayasan KEHATI Ismid Hadad memberikan sembutan mewakili Yayasan KEHATI pada Malam penghargaan SRI-KEHATI Award 2018 digelar di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018 (Foto: Ahmad Baihaqi/KEHATI)

Penjurian SRI-KEHATI Award 2018 telah dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2018, oleh dewan juri yang terdiri atas: Prof. Emil Salim, Profesor Emiritus FEB Universitas Indonesia; Darwina Wijayanti, Sustainability & Capacity Building DW Consultant; Eniya Listiani Dewi, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT; Mesnellyarti Hilman, Pemerhati Lingkungan Hidup; serta Mas Achmad Daniri, Anggota Pengawas KEHATI.

Ada enam indikator yang digunakan sebagai basis penilaian, antara lain: kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan komunitas, tata kelola yang baik, perilaku bisnis, praktek perburuhan, dan hak asasi manusia. Enam indikator tersebut merupakan nilai-nilai fundamental yang selama ini menjadi prinsip dasar yang dianut oleh Indeks Saham SRI-KEHATI.

Ketua Tim Dewan Juri SRI KEHATI Award 2018, Prof Emil Salim mengatakan, pembangunan yang dijalankan selama ini hanya tentang ekonomi. Banyak hal di luar sektor tersebut yang tak diperhatikan. Akibatnya, dampak terbesar dan yang kini terlihat adalah perubahan iklim. Jika hal ini tak ditangani dengan baik, salah satu dampak langsungnya adalah permukaan laut akan sampai di daratan Jakarta.

SRI KEHATI, kata Emil, hadir dalam misi untuk mengembangkan konsep pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab itu. Pemberian penghargaan tiap tahun adalah upaya agar makin banyak perusahaan yang terdorong untuk makin peduli dengan lingkungan dan sosialnya.

“Jangan hanya mengejar profit. Menjaga kelestarian lingkungan adalah tugas kita bersama, termasuk dunia bisnis,” lanjut salah seorang pendiri Yayasan KEHATI ini.

Investasi Ramah Lingkungan

Lebih jauh, Riki menjelaskan, KEHATI merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang menjadi signatories UNPRI (United Nations Principles for Responsible Investment). Di dalamnya terdapat prinsip-prinsip investasi yang menitikberatkan pada isu lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (environmental, social and corporate governance – ESG).

Untuk mewujudkan prinsip-prinsip tersebut, KEHATI bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada bulan Juni 2009, menginisiasi dan meluncurkan satu indeks saham yang berdasarkan prinsip-prinsip sustainable and responsible investment, yang kemudian dinamakan Indeks SRI-KEHATI.

Ada 25 perusahaan dalam daftar konstituen indeks SRI-KEHATI, yang diseleksi setiap enam bulan sekali. Mekanisme pemilihan dan review perusahaan dalam daftar konstituen SRI-KEHATI dilaksanakan melalui seleksi ketat oleh Dewan Komite SRI-KEHATI.

“Dengan indeks ini, para investor ataupun manajer investasi memiliki benchmark dalam menentukan perusahaan publik mana yang memiliki kinerja baik dalam menjalankan usahanya dari sisi tata kelola finansial, sosial, sekaligus lingkungan, secara berkelanjutan,” papar Riki.

Sejak diluncurkan sembilan tahun silam, Indeks SRI-KEHATI terbukti memiliki kinerja yang konsisten dengan nilai rata-rata sekitar 10 persen di atas Indeks LQ45 dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang mengindikasikan adanya respons positif para investor yang bersedia membayar harga premium dari saham emiten yang berkategori sustainable dan responsible semacam ini.

Dengan berinvestasi di instrumen berbasis Indeks SRI-KEHATI, investor secara langsung mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Instrumen berbasis indeks SRI-KEHATI ini dikelola oleh manajer  investasi yang bekerja sama dengan KEHATI.

“Hasil penyisihan biaya manajer investasi yang diterima KEHATI, digunakan sepenuhnya untuk membiayai program pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan, tanpa mengurangi keuntungan (yield) dan kinerja instrumen investasi tersebut,” sambung Riki.

  • Artikel
  • Tiga Persero Raih SRI-KEHATI Award 2018
dukung kehati