Home
 | 

Primary links

  • Tentang KEHATI
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi dan Nilai Organisasi
    • Dewan Pengurus dan Manajemen
    • Bahan Publikasi
      • Profil KEHATI
      • RENSTRA
      • Laporan Tahunan
      • SRI-KEHATI
  • Lingkup Kerja
    • Area Intervensi KEHATI
    • Sasaran Strategis
    • Pola Pendekatan
  • Dana Hibah
    • Mekanisme Dana Hibah
    • Dokumen Pengajuan
    • Data Hibah 2006
    • Data Hibah 2007
  • Sumberdaya
    • Mobilisasi Dana
    • Komunikasi & Edukasi
  • Link
    • Mitra KEHATI
    • Organisasi Pemerintah
    • Organisasi Non Pemerintah
    • Organisasi Internasional
    • Organisasi Lain
  • Kontak
Home

Pola Pendekatan

  • Work

Pola pendekatan yang diterapkan untuk mencapai sasaran tersebut pada masing-masing area intervensi ekosistem selama periode 2008-2012 adalah sebagai berikut:

Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment)

KEHATI meyakini pelestarian keanekaragaman hayati akan terjadi bila masyarakat yang berkepentingan atas sumber daya hayati yang dimilikinya berdaya dan mampu untuk melakukan pelestarian dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi adalah laju kerusakan yang begitu masif, kemiskinan, kesenjangan terhadap akses dan hak dalam pemanfaatan, pengelolaan, pengambilan keputusan bahkan kepemilikan.

Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya pengelolaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang lestari, baik pada tingkat individu, institusi masyarakat, maupun kelembagaan pemerintah. Pemberdayaan harus mampu menjadi alat untuk memutus kesenjangan dan mendukung upaya masyarakat dalam memperoleh akses dan hak dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari.

Advokasi Kebijakan Publik (Public Policy Advocacy)

Salah satu penyebab kerusakan keanekaragaman hayati adalah pandangan yang sempit dan keliru terhadap sumber daya alam sebagai satu-satunya modal bagi pembangunan yang bisa dimanfaatkan dan dieksploitasi tanpa batas. Pendekatan sektoral dan pemanfaatan SDA secara eksploitatif tanpa mempedulikan fungsi dan daya dukung lingkungan menyebabkan kerusakan berat pada ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati didalamnya. Advokasi kebijakan publik di tingkat lokal dan daerah perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelompok masyarakat dan penyediaan data serta informasi melalui riset, kampanye, penyusunan konsep/naskah kebijakan, pendekatan persuasi & negosisasi dengan memahami pluralisme hukum di masyarakat.

Pembelajaran Bersama (Share Learning)

Sejak berdirinya, KEHATI telah banyak melakukan kegiatan yang menghasilkan data, informasi dan pengalaman yang sebenarnya dapat dihimpun untuk menjadi pengetahuan, baik bagi KEHATI maupun masyarakat umum. Pembelajaran bersama akan melahirkan individu dan mitra yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, pengakuan dan penghormatan terhadap alam serta keberlanjutan antargenerasi. Komitmen para pembawa perubahan tersebut, dalam siklus pembelajaran bersama, diharapkan akan terus memperbesar dan meningkatkan lingkaran pemahaman, kesadaran dan kepedulian masyarakat secara bertahap, hingga pada akhirnya tercapai sebuah critical mass yang mampu membangun kearifan dalam perilaku dan kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Penggalangan Dukungan dan Partisipasi Para Pihak (Multistakeholder Support and Participation Mobilization)

Upaya penggalangan sumber daya harus dimaknai tidak sebatas penggalangan dana semata, namun juga mobilisasi dukungan, partisipasi dan kolaborasi dari masyarakat luas dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Pendekatan tersebut dilakukan pada program dan isu yang dikembangkan, baik pada tataran internasional, nasional, dan bahkan pada lokasi-lokasi sasaran. Strategi pencapaiannya dengan membangun aliansi atau kemitraan strategis, agar terjalin sinergi dalam menyusun kekuatan bersama yang lebih kokoh berdasarkan pada potensi dan kekuatan masing-masing pihak dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Aliansi yang dibangun harus dapat menuju pada suatu bentuk ‘keterikatan yang lepas’, namun terikat pada tujuan dan sasaran bersama yang menjadi dasar aliansi dengan berbagai lembaga pemerintah maupun non pemerintah, perguruan tinggi maupun lembaga riset, baik yang bergerak di bidang lingkungan maupun bidang lain, dengan capaian akhir pelestarian keanekaragaman hayati sebagai tujuan bersama.

Flora Kita
TGG
MFP

RENSTRA 2008-2012

Archieves

News Reference Publication Partners

KEHATI Profile

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI) - The Indonesian Biodiversity Foundation
Copyright @ 1994-2009 - All right reserved